| | | |
Secrets of Continually Developing a More Profitable Business Model
Berrett-Koehler Publishing
Donald Mitchell & Carol Coles
Edisi Pertama, Maret 2003
Sampul keras, 334 halaman
Menerobos Batas dengan Business Model yang InovatipBuku ini mengupas tuntas tentang bagaimana cara berinovasi dengan model bisnis yang tepat, dan bagaimana anda dapat mengaplikasikannya pada bisnis anda. Donald Mitchell dan Carol Coles adalah penulis penulis yang menarik. Mereka adalah konsultan yang selalu memfokuskan diri pada model bisnis yang inovatip. Donald Mitchell juga menulis buku 2000 Percent Solutions, and dulu beliau termasuk reviewer buku terbaik di amazon.com.
Lalu pelajaran apa yang bisa dipetik dari buku ini? Yang jelas duo penulis mencoba meletakkan sederet unsur-unsur yang sangat fundamental dalam menerapkan apa yang disebut sebagai inovasi model bisnis. Mereka juga banyak memberikan beberapa contoh kisah sukses para pebisnis dunia dan kemudian mengulasnya secara detail dengan mengacu pada teori-teori yang mereka berikan.
Ada beberapa runutan cara mendulang sukses dan bersaing dengan kompetitor. Ini termasuk bagaimana melakukan inovasi, memperluas jangkauan, memperhatikan prioritas dan kemudian membidik target market di luar jangkauan Anda sekalipun.
Sebuah model bisnis memang seharusnyalah adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Mau tidak mau para CEO secara otomatis dan pasti juga harus melakukan kajian ulang dan meng-update kebijakan bisnisnya.
Ray Hughes adalah sebuah contoh menarik. Dia adalah seorang caddie di Isle of Man, yang menjadi sukses besar karena dapat memanfaatkan model bisnis yang tepat. Ray mengawali karirnya sebagai seorang caddie, bukan seorang golfer. Dia hanya berharap untuk mendapatkan penghasilan lebih dari service yang diberikannya kepada si golfer.
Berlandaskan pada sebuah pemikiran bahwa service adalah segalanya, Ray pada akhirnya menjadi rebutan para golfer untuk meng-caddie mereka. Jadinya ya begitu, Ray seringkali harus mendampingi dua golfer sekaligus. Bisa jadi dalam sehari dia menggendong empat buah tas golf yang berukuran besar.
Sayangnya cuaca dingin di tanah kelahirannya ini menjadi kurang bersahabat dengan para golfer sehingga secara kuantitas jumlah golfer semakin berkurang. Konsekuensi logisnya, berkurang pula pendapatan Ray.
Ray kemudian memutar otak untuk bisa survive. Dia memutuskan untuk hijrah ke Monterey Peninsula di California di mana cuaca di sana nikmat dan membuat para golfer betah bermain. Ray memilih club yang sangat mahal, sehingga semakin tinggi pula caddie fee yang diterimanya. Sekali lagi dia berprinsip bahwa service itu sangat penting. Pro Shop sebagai tempat untuk registrasi selalu kebanjiran permintaan dari para golfer yang selalu memilih Ray untuk menjadi caddie mereka.
Namun Ray bukanlah pribadi yang rakus. Dia juga memikirkan nasib rekan-rekan sesama caddie. Dia kemudian menawarkan sistem duo caddie for a golfer. Dengan begini dia bisa membantu kawan-kawannya. Dia pun masih juga kecipratan rezeki.
Ray Hughes adalah seorang supel dalam pergaulan termasuk dengan para golfer. Melihat para pegolfer yang juga kebanyakan adalah pebisnis dan sering mengadakan konferensi atau meeting, Ray kemudian berpikir hal lain. “Ini kesempatan bagus!”, teriaknya dalam hati. Untuk mempermudah dan membantu para golfer mempersiapkan semua hal berkenaan dengan acara konferensi, Ray kemudian berinisiatif menyediakan jasa layanan mulai dari meeting dan sleeping rooms, makanan dan layanan lain.
Luar biasa, dari seorang caddie kini Ray Hughes menuai kesuksesan dari semangatnya untuk selalu berinovasi mengikuti perubahan kondisi. Singkat cerita, Ray akhirnya menjadi penyedia multi-services untuk para golfer, termasuk penyediaan jasa caddie, travel agent, dan akomodasi resorts.
Sebuah cerita yang sederhana namun sangat bermakna. Bisa dijadikan ilham buat para pebisnis yang pikirannya lagi kacau karena sampai detik ini belum mampu menyembuhkan sakit di perusahaannya. Krisis ekonomi global memang terasa sesak menyesakkan bagi siapa saja yang belum juga menemukan celah untuk segera keluar dari krisis. Namun hidup bukan harus berakhir di sini saja karena jalan ke depan memang masih panjang. Dan inovasi model bisnis mungkin dapat menyelamatkan bisnis anda.
The Ultimate Competitive Advantage adalah hasil sebuah riset yang melibatkan banyak perusahaan berskala besar dunia. Dengan metode penulisan yang sangat sistematis, saya yakin anda akan mampu memahami, mengaplikasikan rumus atau formula yang coba ditawarkan, mengkaji ulang bisnis Anda dan menyempurnakan model bisnis Anda termasuk di dalamnya pricing, operational cost, dan benefits.
Buku ini mencoba menjabarkan kepada anda bagaimana sebuah perusahaan bisa profit dengan cepat dengan cara melakukan terobosan baru yang disebut Donald dan Carol sebagai continual business model reinvention.
The Ultimate Competitive Advantage disajikan dalam 4 bagian di mana tiap bagian terdiri dari 2 hingga 3 bab. Bagian satu sebagai titik tolak bahasan memuat komponen produktif apa saja yang bisa dijadikan acuan menciptakan inovasi model bisnis ternasuk adjustment harga dan biaya operasional. Di bagian kedua, anda akan semakin memahami bahwa bisnis yang anda jalankan harus dapat menguntungkan semua stakeholder. Anda juga akan dipandu tentang bagaimana proses seleksi ide terhadap pricing option dan juga bagaimana menerapkan konsep model bisnis menjadi sebuah market yang banyak memberikan benefit baik secara positioning maupun finansial bagi usaha Anda.
Ada banyak pilihan perihal model bisnis apa yang paling cocok untuk usaha Anda. Semuanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Di bagian ke-3, Anda akan disarankan untuk memilih yang dirasa terbaik dengan berbagai pertimbangan, mengembangkan, meramunya dan kemudian melakukan tes formula tersebut. Anda harus fokus pada yang Anda pilih hingga Anda merasa yakin bahwa ini memang tepat atau segera tinggalkan jika hasilnya jauh dari harapan karena ini berarti ada yang salah dengan formula Anda. Di bagian akhir, Anda akan banyak dihadapkan pada kajian khusus bagaimana memberikan dorongan untuk tetap fokus pada area potensial.
Kerja keras adalah sebuah keharusan dalam berbisnis tapi tidaklah cukup, Hardwork is neccessary but not sufficient, kerja tepat dengan innovasi bisnis model yang pas akan jauh lebih cepat membawa sukses dan profit pada bisnis anda. Bilamana anda butuh sebuah pencerahan karena telah jenuh dengan kerja keras rutin, maka buku ini akan membantu anda mencari strategi inovatip yang tepat guna dalam bisnis anda. Selamat menikmati.
Tanadi Santoso
Peresensi adalah Chief Catalyst Officer dari Sam-Design, perusahaan web-design dan multimedia di Jakarta dan Surabaya.
No comments:
Post a Comment