Search 2.0

Sunday, December 23, 2007

THE BRAND CALLED YOU

Membangun Citra Diri dengan Personal Branding
USD24.95

oleh: Tanadi Santoso

Apa kesamaan antara Hermawan Kertajaya, Deddy Corbuzier, Dr. Boyke, dan Inul Daratista? Ya, betul. Mereka memiliki personal branding yang kuat. Kemudian, apa yang ada dalam fikiran Anda ketika mendengar kata branding? Saya yakin betul bahwa hanya dalam beberapa detik akan muncul di kepala Anda sekian puluh kata atau imaji yang memiliki kedekatan asosiasi dengan kata branding. Perusahaan besar, korporasi, periklanan, Landor, logo, mahal, dan sederet asosiasi lainnya. Dalam proses brainstorming semua kata atau objek yang muncul di atas adalah wajar. Namun dalam proses pengkajian komunikasi periklanan, beberapa kata di atas bisa jadi ada yang perlu dirontokkan alias tidak bisa masuk dalam kategori branding.
Branding atau sering juga disebut sebagai brand building banyak dikaitkan dengan upaya sebuah perusahaan untuk membangun image. Image yang dimaksud tentunya harus memiliki nilai benefit di dalam memberikan sebuah persepsi tertentu yang umumnya bersifat positif. Kekuatan branding yang luar biasa dipandang sangat berpengaruh terhadap suksesnya bisnis sebuah perusahaan.

The Brand Called You yang ditulis Peter Montoya bersama Tim Vandehey merupakan sebuah karya observasi terhadap sebuah aspek advertising yang banyak dilupakan orang kebanyakan. Bisnis konvensional kurang memandang perlunya sebuah Personal Branding dengan alasan bahwa corporate branding sudah cukup makan biaya mahal. Kalau ditambah dengan personal branding, berapa ribu US Dollar lagi yang harus dibelanjakan. Begitu alasan mereka.


The Brand Called You adalah sebuah ringkasan tentang begitu esensialnya peran seorang individu. Dikatakan bahwa semua manusia memiliki personal image, seperti cita rasa humor, tatanan rambut, cara berpakaian, makanan favorit dan lain sebagainya. Secara kolektif, sifat-sifat di atas akan membentuk gambaran mental diri Anda. Hal ini sangat berbeda dengan personal branding di mana dia akan mencari tahu bagaimana cara paling jitu menciptakan sebuah persepsi positif tertentu bagi klien-klien prospektif. Personal Branding tidak harus direlasikan dengan bos korporasi karena Montoya juga memasukkan kategori lain seperti bidang profesi (dokter, pengacara, arsitek dll) ke dalamnya.
Peter Montoya, spesialis untuk personal branding memang menaruh perhatian lebih pada perkembangan ilmu tersebut. Melalui berbagai media seperti majalah, audio cd, website, dan buku-buku hasil karyanya, Montoya akan menjawab segala problema berkaitan dengan personal branding. Personal Branding adalah proses yang akan membawa skill, kepribadian, dan karakteristik unik seseorang dan kemudian membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuatan lebih dibanding kompetitor lain.
Personal Branding dipandang memiliki daya magis sebagai salah satu piranti penentu suksesnya sebuah bisnis. Dia adalah aspek alami tentang bagaimana seseorang mengevaluasi figure yang akan dia ajak kerja sama. Semua akan berjalan secara natural. Hanya tinggal bagaimana saja seseorang membangun personal branding-nya secara tepat. Akan ada banyak alat bantu yang diperlukan untuk membantu proses akselerasi pembentukan personal branding Anda.
The Brand Called You ditulis dalam 5 bab di mana di tiap bab masih akan dibagi lagi menjadi sub-sub bahasan secara lebih detil. Bab pertama membahas Personal Branding secara definitif, hubungan antara selling, marketing dan branding serta bagaimana cara kerja personal branding. Roda bisnis sangat bergantung pada keterlibatan Anda sebagai CEO. Tentang bagaimana Anda berburu klien-klien baru. Jika cara konvensional tidak terlalu bisa diharapkan, maka personal branding harus digeber. Sekali Anda mampu menciptakan personal brand yang dahsyat, maka dengan sendirinya klien prospektif akan datang kepada Anda. Ciptakan nilai positif pada fikiran target audience Anda dan berikan alasan paling reasonable kenapa klien harus bekerja dengan Anda. Bisa dipastikan performa Anda akan dikenal secara luas sebagai pribadi yang menyenangkan dan mitra bisnis terpercaya.


Branding ada sebelum selling dan marketing. Dia adalah sumber dari segalanya. Tanpa brand yang kuat, marketing tidaklah efektif dan selling akan menjadi usaha yang sia-sia belaka. Cara kerja Personal Branding pun sangat unik. Bagaimanapun rasionalitasnya pemikiran manusia, dalam hitungan 3-5 detik dia akan langsung memberikan persepsi tentang pribadi individu yang dihadapinya. Biasanya klien prospektif akan mempertimbangkan performa kantor Anda, kualitas kartu nama, penghargaan yang pernah Anda terima, siapa saja klien Anda, bagaimana keakuratan kerja Anda, dan tak kalah pentingnya cara Anda berbusana.
Di bab kedua, Montoya akan menggali brand apa di balik pribadi dan perusahaan Anda. Ini termasuk karakteristik, atribut, dan leading atribut. Personal brand adalah sesuatu yang konkret dan orang akan dengan sangat mudah mengidentifikasikannya. Orang akan melakukan analisa karakteristik Anda dan segera memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Anda atau tidak. Anda pasti memiliki atribut personal yang melekat pada diri Anda dan pasti pula ada satu yang paling dominan. Ambil contoh Micahel Jordan. Semua orang tahu dia keturunan Afro-Americans, berkepala plontos, bertubuh jangkung, dan pemain basket paling top. Dari semua atribut tersebut, bahwa Jordan adalah pemain basket paling top disebut sebagai leading atribut yang berarti adalah personifikasi utama dari dirinya. Dan orang mengenal dia memang sebagai pemain basket paling top.
Meletakkan hal paling mendasar pada personal brand adalah penting. Intinya adalah bahwa Anda harus berbeda dari kompetitor Anda. Diferensiasi adalah krusial. Aa Gym misalnya. Di negeri ini ada banyak sekali pemuka agama yang memang mengemban misi suci untuk menyuarakan kedamaian. Memberikan pesan kepada umat untuk selalu berbuat kebajikan. Dari sekian banyak tokoh agama di Indonesia, rasa-rasanya hanya KH. Abdullah Gymnastiar yang mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bukan hanya umat Islam saja yang bisa merasakan kesejukan siraman rohani beliau. Umat agama lain pun menaruh simpati kepada Aa Gym. Tidak heran juga jika majalah Time di Amerika sana menulis profil Aa Gym sebagai figur paling berpengaruh di Indonesia.

Strategi Branding dikupas habis di bab III. Spesialisasi. Betul. Anda harus mempersempit bidang keahlian Anda. Jangan terlibat pada bidang keahlian yang terlalu luas. Ketidakfokusan terhadap bidang yang Anda hadapi bisa jadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Lihat saja bagaimana trio Warkop DKI (Dono Kasino Indro) bisa eksis di dunia seni lawak hinggas dua anggotanya dipanggil Tuhan. Mereka sukses karena konsisten pada keahlian yang mereka miliki. Seni menghibur khalayak. Unsur penting selanjutnya adala
positioning. Ketika orang mendengar nama Deddy Corbuzier, mungkin yang langsung terbayang adalah alis tebal, busana serba hitam, sendok bengkok, dan kekuatan magis lainnya. Corbuzier mampu menancapkan positioning yang kuat di dalam fikiran masyarakat bahwa dirinya adalah mentalist yang menjadi symbol tukang sulap hebat di Indonesia. Itulah positioning.
Bagaimana cara agar upaya branding yang Anda lakukan tepat sasaran? Ada banyak media yang bisa memperlancar usaha Anda, Diantaranya dengan direct mail, jejaring bisnis, seminar, peran public relations, dan situs personal. Semua bisa bersifat efektif asal memuat value yang Anda miliki, kemampuan, spesialisasi, dan positioning.
Selain media di atas, Montoya juga melihat bahwa ada piranti berkekuatan super yang akan mampu memperkuat personal branding Anda seperti personal logo, brosur, kartu pos personal, dan advertising. Topik ini dibahas di Bagian ke-4 buku ini. Gus Dur adalah satu dari sekian sedikit figur publik yang mempergunakan teknologi dot com untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dengan Gusdur.net, mantan presiden RI ini menyuarakan opini politik, memberikan informasi kegiatan politik maupun sosial beliau serta menjawab berbagai persoalan masyarakat secara online. Personal Branding yang sangat hebat.
Paling penting dari semua hal tersebut adalah bagaimana Anda tetap menjaga kualitas personal branding Anda. Konklusi ini dipaparkan di akhir bagian. Bisa jadi ini adalah bagian yang paling susah karena sekali Anda gagal mempertahankan personal brand Anda, maka yang terjadi adalah Anda tenggelam dengan sendirinya dan khalayak mengetahui Anda hanya sebagai pecundang belaka. Lain tidak. Personal branding punya dampak yang sangat hebat jika Anda berhasil mengaplikasikannya. Bagi para businessman, ini akan menggelembungkan pundi-pundi hasil kegiatan selling Anda dengan angka yang sangat fantastis bahkan.
Buku ini sangat cocok bagi para figur publik entah itu tokoh politik, artis, tokoh masyarakat, ataupun businessman yang memandang perlunya brand building untuk diri mereka sendiri. Bahkan bisa dibilang, The Brand Called You adalah satu-satunya bacaan wajib untuk personal branding hingga detik ini. Dengan kata pendahuluan oleh Al Ries, buku ini terasa lebih memiliki kekuatan lain. Selamat bercermin dan melihat bagaimana performance Anda saat ini. Menjual tidak?

THE ESSENTIAL DRUCKER

Peter F.Drucker
Edisi pertama, June 2001
Sampul Keras, 358 halaman.

60 tahun hasil karya Peter Drucker dalam sebuah buku.

Oleh: Tanadi Santoso

Peter Drucker adalah gurunya managemen guru, ahlinya ahli managemen. Beliau adalah orang pertama yang meletakkan ilmu dasar2 managemen modern. Pada usia 91 tahun sekarang, Peter Drucker masih saja mempunyai jadwal yang padat untuk mengajar, menjadi konsultan, menulis ataupun berbicara pada acara publik, walaupun kebanyakan sudah harus dilakukan dengan video tape ataupun tele conference. Dari Jack Welch sampai Andy Grove, semua pebisnis penting dunia selalu mendengarakan pesan2nya dengan cermat dan seksama.

Ketika kita sudah mulai melupakan gemerlapnya internet ekonomi, meragukan konsep konsep new economy, inilah waktunya untuk kembali ke dasar2 managemen. Ini lah waktunya membaca ulang Drucker. Buku ini adalah kristalisasi dari buku2 Drucker sebelumnya; The New Realities (1988), Management, Tasks, Responsibilities, Practices (1974), Managing for the Future (1992), Management Challenges for the 21st Century (1999), Management in a Time of Great Change (1995), The Practice of Management (1954), The Frontiers of Management (1986), Innovation and Entrepreneurship (1985), The Effective Executive (1966), dan Post-Capitalist Society (1993).

Memampatkan materi sebanyak itu kedalam satu buku tentu bukan sebuah hal yang mudah, dan Drucker berusaha untuk memampatkannya tanpa menghilangkan inti dari isi masing2 buku tersebut, serta memberikan sedikit pandangan akan hal2 itu pada jaman baru ini. Buku ini sangat cocok untuk mereka yang baru mau mempelajari Drucker dan tidak tahu harus mulai dari mana.

Buku ini adalah pandangan luas Drucker akan MANAGEMENT (bab satu), THE INDIVIDUAL (bab dua) dan SOCIETY (bab tiga). Drucker berusaha memampatkan pandangan pandangannya akan management dalam sebuah buku yang urut dan rapi, menggunakan materi2 nya yang lama, agak baru dan baru. Sebuah Essensial Drucker yang nikmat dan apik.

Drucker memulai dengan mempertanyakan bisnis itu sebenarnya apa? management itu apa? Tujuan bisnis itu apa? Laba bukanlah jawaban yang benar, laba hanyalah validasi akan kebenaran konsep bisnis itu. Kita harus selalu mampertanyakan : Sebenarnya bisnis kita itu bisnis apa, bisnis ini akan menjadi apa, dan bagaimana seharusnya bisnis kita berkembang?

Ada delapan area kunci yang mesti kita cermati; Marketing, Innovation, Human resource, Financial resource, Physical resourse, Productivity, Social responsibility dan Profit requirement. Dalam marketing kita seharusnya tidak mencari yang maksimum tapi yang optimum. Inovasi terbagi dalam tiga hal: produk dan service, market dan sikap pelanggan, serta inovasi dalam cara pembuatan produk atau service itu sendiri.

Dunia bisnis bisa belajar banyak dari Non profit organisation seperti Palang merah, Pastoral, YMCA ataupun Girls scouts. Board of Directors dari perusahaan non profit selalu berfungsi dengan lebih baik dan biasanya juga memberikan kepuasan batiniah yang lebih baik dari pada perusahaan2 biasa.

Ada empat set informasi yang dibutuhkan untuk memajukan perusahaan: informasi dasar, informasi produktivitas, informasi kompetensi dan informasi akan alokasi sumber daya. Cash flow dan neraca adalah informasi dasar yang berfungsi seperti dokter yang meminta pengecekan berat badan, temperatur tubuh, tekanan darah, test darah dan urine. Bila informasi dasar ini tidak baik maka kita tahu ada masalah, tapi bila informasi dasar ini normal maka ini tidak membuktikan apa2, kita belum tentu sehat walau semua hal diatas sudah normal.

Economic Value Added (EVA) dan benchmarking akan membantu kita menentukan informasi produktivitas perusahaan. Kompetensi adalah apa yang dapat kita lakukan dengan baik, tetapi sulit atau tidak dapat dilakukan oleh pesaing kita, kompetensi menjadi pengikat nilai pelanggan dan produk atau servis kita yang unik. Sumber daya yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia yang berperforma baik. Tidak semua sumber daya manusia itu krusial dalam eksistensi perusahaan, tapi selalu ada sekelompok orang yang menjadi kunci sukses atau gagalnya perusahaan itu. Nah, kita perlu mengidentifikasikan sumber daya manusia yang langka ini dan memanfaatkannya secara maksimal.

Tugas terpenting dari seorang manager adalah memilih karyawan yang tepat untuk tugas yang tepat. Alfred Sloan dalam 40 tahun kariernya di General Motor selalu memlih sendiri semua eksekutif GM. Beberapa langkah yang disarankan dibuku ini: Pikirkan dulu apa sebenarnya pekerjaan yang diberikan itu, lalu pilihlah dari beberapa calon yang ada. Pertimbangkan matang2 setiap kandidat yang ada, apa kekuatan kandidat masing2, bicarakan kemampuan kandidat itu dengan atasan2 sebelumnya, dan buatlah calon itu mengerti betul tentang apa yang diharapkan dari pekerjaannya. Pemilihan karyawan adalah kunci terpenting sukses tidaknya perusahaan, dan setiap eksekutip harus melakukannya dengan baik.

Kewirausaaan, atau entrepreneurship mendapat porsi cukup banyak dalam buku ini, dimana disebutkan ada 4 strategi yang baik untuk hal ini. Menjadi yang ‘paling’ dalam suatu hal, paling besar, paling inovatip, paling modern, hal ini menjadi sangat beresiko tapi juga memberikan hasil yang terbaik bila sukses. Inovasi yang kreatip adalah strategi kedua, yang mencoba memukul pada tempat yang tidak terduga sebelumnya. Kebanyakan hi tech market berjalan melalui jalur ini.

The entrepreneurial judo, atau terobosan wirausaha yang tepat, mampu mengubah suatu keadaan menjadi berbeda bila kita mampu mengubah sudut pandang, atau market, atau karakteristik suatu produk. Pendatang baru dapat menggunakan ini untuk memutar balikkan pemain lama yang sudah besar. Jepang paling ahli dalam memanfaatkan strategi ini. Keempat, market niche atau ceruk market, juga suatu strategi yang sangat menguntungkan, menggunakan skill atau market yang khusus walaupun kecil tapi jauh dari kompetisi. Disini dibutuhkan suatu kemauan untuk terus maju dan mendominasi ceruk itu supaya tidak diambil alih pebisnis lain.

Efektif adalah sebuah keharusan dari setiap individu untuk menjadi sukses. Dan hal ini dapat dipelajari dan dikembangkan. Setiap eksekutip harus memfokuskan diri pada apa sumbangsih setiap orang pada perusahaan. Kontribusi akan pengetahuan, skill, hubungan pelanggan. Ketika semua karyawan berpikir apa kontribusi saya pada perusahaan, maka masing2 juga akan berpikir bagaimana saya bisa berkembang, apa yang mesti saya pelajari supaya menjadi lebih baik dan standar apa yang harus saya tetapkan pada diri saya.

Ketahuilah kekuatan dan nilai positip anda, kita tidak boleh terlalu fokus pada kelemahan, tetapi haruslah menempa dan mengasah kekuatan kita, menjadikannya lebih kuat dan lebih bisa bersaing dengan yang lain.

Managemen waktu sangatlah penting untuk bisa menjadi efektip dan berhasil. Dimulai dengan pencatatan pemakaian waktu, penganalisaan dan penyempurnaan pemakaian waktu kita. Waktu adalah satu2nya hal yang paling adil dalam dunia ini, siapapun kita akan memiliki jumlah waktu yang sama, bagaimana kita memanfaatkannya dengan efektiplah yang membedakan antara yang sukses dengan yang gagal.

Pengambilan keputusan, komunikasi yang efektip, kepemimpinan, Inovasi dan Sistem belajar yang terus menerus adalah hal-hal lain yang juga mendapat sorotan tajam dalam buku Druker ini. Masyarakat mendatang dan pengaruh manejemen pada masyarakat juga dijabarkan dengan enak dan runtun.

Peter Drucker tinggal di Claremont, California, dirumah yang relatip sederhana. Bicaranya lambat dan teratur. Pandangannya tentang internet menarik untuk disimak, beliau membandingkan internet dengan dunia bioskop atau obat2an. Pengaruh internet terhadap umat manusia sangatlah besar, internet adalah hal yang sangat penting, tapi nilai ekonomisnya tidaklah sebesar yang diperkirakan orang. Begitu pula bioskop yang mempengaruhi kultur perubahan gaya hidup orang, bilamana bisnis bioskop di dunia ini musnah yang paling rugi besar hanyalah Holywood dan Bombay dan maksimal mempengaruhi sejuta orang. Jadi penting tidaknya sebuah fenomena tidak selalu sebanding dengan besar tidaknya nilai eknomonis fenomena itu.

Bila anda telah memiliki banyak buku Drucker, maka ini akan baik sebagai sebuah review akan hal2 yang telah anda baca dulu. Bila anda belum membaca Drucker sama sekali, buku ini awal yang baik. Apapun alasannya, rasanya mempelajari hal2 yang mendasar dalam manajemen adalah sebuah keharusan setiap eksekutip. Selamat menikmati.

Tanadi Santoso